Masihkah Anda Mengeluh ?

Well , , artikel ini berhubungan dengan sifat manusia yang amat manusiawi . Yaitu tentang mengeluh . Dan pertama kali baca di blog mbak restya dan mas indra , saya merasa tersindir . Hufh , , Sering kasih nasehat tapi malah diri ini patut di nasehati . Dan artikel ini bukan bertujuan untuk menggurui , karena saya lebih pantas untuk di guru-i . :-)

Tapi mungkin ini pantas untuk kita jadikan bahan renungan . Secara saat ini Indonesia dan dunia lagi di timpa krisis ekonomi yang hebat .

Mengeluh memang sifat yang manusiawi . Sehingga pantas jika kita mengeluh . Toh kita bukan malaikat yang tidak punya nafsu atau keinginan . Kita punya nafsu dan keinginan tersebut , maka kita akan mengeluh jika kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan . Atau jika kita mendapatkan suatu ujian .

Namun agaknya ayat berikut patut kita jadikan renungan .

Sunnguh manusia diciptakan bersifat suka mngeluh . Apabila ditimpa musibah dia berkeluh kesah . Dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir . (Q.S. 70 : 19-21)


Berarti wajar jika kita berkeluh kesah ? Bukankah itu sifat manusia sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran ? Nah , , dalam ayat selanjutnya :

Kecuali orang - orang yang melaksanakan shalat . Mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya . Dan Orang - orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu . Bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta . Dan orang - orang yang mempercayai hari pembalasan . Dan orang - orang yang takut akan adzab dari Tuhannya . (Q.S. 70 : 22-27)


Masih shalat ? Masih menunakan zakat ? Masih takut akan adzab Allah ? Lalu masihkah kita berkeluh kesah jika kita termasuk golongan yang tidak patut untuk berkeluh kesah ?
Mungkin hanya Anda yang bisa menentukan jawaban terbaek bagi diri Anda .

Namun sebagai penutup , ijinkan saya menulis sebuah hadist yang bersumber dari Imam Muslim rahimahullah .

Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin bahwa semua urusannya baik, yang demikaian itu tidak terjadi pada siapapun, kecuali untuk orang mukmin, jika menimpanya sesuatu yang menggembirakan bersyukurlah ia maka adalah kebaikan baginya, dan jika menimpanya sesuatu yang menyusahkan bersabarlah ia maka adalah kebaikan baginya.”
(HR. Muslim )


Hadist yang cukup terkenal sebenarnya . Tapi sebagai pengingat kita kembali .

Semoga artikel ini bisa menjadikan semangat baru bagi kita (penulis terutama) . Bahwa apapun yang terjadi , kita tidak boleh mengeluh . Jika memang terpaksa mengeluh , maka mengeluhlah sewajarnya dan kembali ingat ayat dan hadist di atas .

thx for :
[+]mbak restya atas artikelnya
[+]mas indra untuk artikel yang serupa

untuk adekQ :
[+]sakit jangan jadi ajang untuk mengeluh . tapi ajang untuk berjuang . setuju ? :D

5 comments:

  1. sarah said...:

    nice post...
    ada banyak pelajaran dan hikmah di setiap kejadian dan di setiap kita berkaca...selama kita masih mau intropeksi diri dan terbuka trhdp saran serta kritik, dan g lupa utnuk selalu bersyukur, Insya Allah, Qta bs menjadi org yg lbh baik dan berguna..tul g? Hhehe
    mksh y udah mampir ke blogQ
    salam kenal

    -sarahtidaksendiri.wordpress.com-

  1. Artikel yanga sangat menarik.... Kalau saya meyakini IKHTIAR, DOA, TAWAKAL adalah proses indah yang sebaiknya kita jalani.. Semoga dengan proses tersebut langkah kita, apapun itu dapat Barokah...
    dan inilah salah satu bentuk ikhtiar saya... terlepas dari kontroversi yang ada..


    Prolog:




    Suatu hari mau menghapus email yang ada di folder spam… Sebelum saya hapus semua, iseng-iseng saya baca sebuah email yang me”link” saya ke asiabersama.com….. Saya baca & analisa secara seksama…. ehhhmmmmm akhirnya saya ikuti semua prosedur yang ditawarkan…

    Selanjutnya saya mempunyai “pekerjaan” baru, yaitu mempromosikan program tersebut ke semua teman bahkan ke orang yang tidak saya kenal, termasuk Anda yang membaca blog saya ini…

    Beragam pendapat muncul… dari yang “no comment, setuju dan akhirnya ikutan sampai dengan yang berpendapat sangat KERAS mengHaramkan program ini….

    Awalnya saya berat sekali mempromosikan program ini ke temen” dekat saya, saya takut mereka mencibir saya karena ikutan program yang (pada awalnya pun saya anggap bodoh) kurang di response positif bagi sebagian besar orang…. Namun demikian saya tetap mencoba, dan dari berbagai pendapat yang ada, pendapat salah satu teman saya sangat mengena, yaitu ” ya udah kalo lu yakin jalanin aja, biar enteng pikiran lu, anggep aja lu amal, gak usah lu inget lagi jadi gak ngeberatin pikiran lu….”

    Pendapat yang tepat dalam menyikapi program ini…

    Oya…. mengenai komentar yg bilang bagaimana dengan orang yang jadi member paling akhir, kasihan donksss mereka gak dapat member…. jawaban akan pertanyaan ini, saya akan jadi member dia lagi.. bukankah pada titik tertentu (4 kali duplikasi, orang pada level 4 akan keluar secara otomatis dari program ini) TIDAK ADA STAGNANT POINT…, Harap cermati lagi cara kerja program ini…

    KLIK DI SINI UNTUK INFO LEBIH LANJUT….!!!
    http://www.hibahbca.co.cc

    Demikian, terima kasih….

  1. Ahmad Sheva said...:

    weq , , ini promosi apa comment ya ? :p

  1. 650-175 said...:

    Saya baca & analisa secara seksama. ehhhmmmmm akhirnya saya ikuti semua prosedur yang ditawarkan

  1. pasang banner said...:

    info yang bagus, memberikan semangat...

Post a Comment

It is my pleasure to get your best respond through your comment

Quotes of the Day

Recent Comments

Followers

Shev's bookshelf: read

OutliersKetika Cinta Bertasbih5 cmLaskar PelangiSang PemimpiEdensor

More of Shev's books »
Shev Save's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists