Amrozi CS , Thanks for Mr. President


Amrozi cs tidak bisa dibendung lagi menjadi idola baru, Heboh foto alm. imam Samudra yang tersenyum manis, membuat situs Arrahmah.com tidak bisa diakses karena server mereka jebol. suka tidak suka fenomena ini tidak mungkin dirampas dan dibungkam dari para fans nya.

Buat pihak-pihak yang berseberangan, daripada mengumpat tidak karu-karuan lebih baik melihatnya dengan jernih, lebih bagus lagi pihak - pihak yang meragukan foto almarhum Imam Samudera itu, membuat second opinion misalnya menampilkan foto lainnya yang bisa diminta dari para jurnalis yang ada di lokasi pemakaman ketika ketiganya dikuburkan.

Yang pasti di video yang saya ambil sendiri, para juru foto dari berbagai media dengan mudahnya bisa mengambil gambar saat jenazah di letakkan dalam liang lahat dan ikatan kepala dibuka. Tidak tampak wajahnya, hanya wangi saja yang tercium..harum sekali seperti yang saya kisahkan di artikel sebelumnya.

Apakah saya akan dikecam sebagai pihak yang menggiring opini massa, walah..please ah, jangan gitu donk. Saran saya, salahkan saja pemerintah...! Kenapa sih, harus memberikan kado spesial kepada Obama, dengan cara mempercepat kematian Amrozi Cs ini. Kenapa pemerintah lebih patuh dengan kepentingan asing, ketimbang kepentingan bangsanya sendiri? kenapa senangnya mengadu domba rakyatnya?

Tahukah gak sih, dengan dipercepatnya eksekusi mati maka tujuan Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra, tercapai yaitu :

1. Menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka tidak bersalah makanya mereka berani menantang hukuman mati itu, "Dunia telah memvonis kami, tapi kami akan mengadili para regu tembak dengan "mata" kami". Berita resmi meliris, mereka ditembak mati tanpa penutup mata. Jelas pemerintah atau siapapun yang menghakimi mereka "sudah kalah telak", mereka memenangkan perang psikologis ini.

2. Amrozi Cs sangat cerdas, saat putusan hukuman mati ditetapkan maka mereka katakan "lawan telah salah melangkah". Hukuman mati adalah Abuse of power, yang memunculkan spirit bangkitnya kembali kelompok Islam radikal.

3. Amnesti Internasional, mengecam hukuman mati ini karena dianggap bukan solusi terbaik, atau pemerintah lupa atau sengaja mengabaikan pendapat sejarawan Ruth McVey dari Cornell University, Amerika Serikat yang mengatakan Islam radikal di Indonesia semakin ditekan bahkan digodam palu sekalipun, semakin kuat perlawanannya.

Jujur saja, saya tahu kira - kira 30 orang anak muda yang pernah berperang di Afghanistan, mereka "pinter-pinter', menguasai 2 - 3 bahasa asing, berpendidikan tinggi dan bukan pihak yang 'kekurangan duit'. Tujuan memburu "syahid" sudah seperti tanda tangan kontrak biasa saja (bukan sekedar cap jempol darah pendukung parpol yang kalah dalam pilkada). Kelompok ini lebih sulit dideteksi ketimbang pembawa bom karbitan, dan syahid-nya Amrozi Cs bukan tidak mustahil membangkitkan kembali semangat mereka (reinkadle), bahkan gaungnya sangat internasional.

Percayalah bukan saya seorang, yang memburu fenomena pemakaman seperti yang saya kisahkan diartikel sebelumnya, mereka pun memburu tanda-tanda bumi menerima baik jenazah, karena 'sinyal' ini lebih kuat, lebih dipercayai ketimbang "Pernyataan MUI" atau "Cendekiawan Muslim". Kenapa pemerintah tidak mempertimbangkan hal ini?

Kelompok yang terlanjur membenci mereka ada di zona luar, sehingga mengabaikan implikasi yang timbul dari kematian mereka, pokoknya "Puasss" jika mereka sudah dihukum mati. Alih-alih ingin berpihak kepada "kebenaran" dan "mengamini suara mayoritas", tanpa disadari kelompok ini justru "membunuh" mereka dengan sadar dan atas nama kebencian. Tidak ada bedanya kan dengan Amrozi cs. Abuse of power...sudah dibuktikan oleh suara mayoritas.

Padahal, kalau kita mau saja cerdas sedikit ada cara yang lebih elegan ketimbang "nyumpahin rasain mampus luh, teroris ", yaitu menghargai eksistensi mereka sebagai warga bangsa, alasannya adalah:

1. Stabillitas yang paling kondusif adalah dengan memberikan ruang gerak mereka dalam kelompok yang formal, misalnya pada ormas atau partai Islam, karena mereka mudah diawasi, mudah dipecah, mudah disusupi ketimbang diburu. Semakin diburu Detasemen 88 , semakin lihai mereka berperang.

2. Pernahkah bom meledak disertai ancaman lebih dahulu? Tidak pernah kan? Karena sesungguhnya mereka tidak benar - benar memusuhi yang Kristen atau non Muslim, mereka menghancurkan simbol-simbol ketidakadilan global. Dan pemerintah kita adalah kawan setia dari musuh mereka saat ini, Amerika. Selagi pemerintah lebih condong kepada kepentingan bangsa lain, maka teroris di Indonesia semakin menjamur.

3. Takutkah Ustad Abu Bakar Ba'asyir, Ustad Habib Riziq Shihab dengan jeruji penjara atau ancaman hukuman mati tentu tidak. Mereka melakukan perlawanan kultural, sumber saya mengatakan anggota FPI bertambah 2 kali lipat pasca tragedi Monas 1 Juni 2008. Apakah mereka dibayar? Tidak, mereka mengeluarkan dana pribadi untuk membiayai aktifitasnya. Alih - alih memberangus gerakan FPI dengan tekanan media massa, justru mereka mendapatkan publikasi gratis, pengacara gratis, dan aliran dana semakin deras. Kenapa pemerintah tidak bersinergi saja memberangus kemaksiatan dengan mereka ketimbang "perang". Banyak anggota ini yang motivasi awalnya adalah hanya menjaga lingkungan bebas maksiat, malah terdorong ke ranah lebih ekstrim lagi, yaitu melawan musuh Allah. Pemerintah memaksa mereka menjauh dari visi awalnya. Dan masyarakat lainnya atas nama kebebasan dan demokrasi, menghakimi mereka, mengeroyoknya lewat "pembunuhan karakter" melalui media TV dan cetak. Harusnya lebih mudah melakukan pembinaan eh malah semakin ruwet masalahnya.

4.Ternyata orang muda asal Indonesia yang menjadi prajurit 'taliban' dan siap martir di seluruh dunia melawan ketidakadilan global, jumlahnya berlipat-lipat ketimbang era sebelum Perang Dingin. ( Begitu juga anak muda dari Aussie, saya punya teman satu orang, bule Australia mungkin saat ini dia ada di Afghanistan, ke Indonesia hanya keliling bertemu para Ustad, tidak kesampaian ketemu Ustad Baasyir, karena waktu itu masih ada di LP Cipinang ), alasannya mereka muak dengan negeri yang tolol dan jadi kacung bangsa Barat, pejabatnya korup dan hobi menfitnah. Padahal mereka adalah generasi muda yang memiliki nasionalisme tinggi. Saya tulis kisah ini dalam paper kewarganegaraan, bahwa mereka siap "WA-MIL" jadi prajurit tanpa pamrih untuk membela kedaulatan negara yang bermartabat. Sayangnya pemimpin yang kita punya hanya berpikir bagaimana kekuasaanya langgeng, bukan kedaulatan bangsanya.


Suka tidak suka, Amrozi cs menjadi pahlawan atas jasa-jasa Mr. President yang akan mengakhiri masa jabatannya sebentar lagi. Mungkin mereka bertiga say thanks to Mr. President telah menjadikan kami pahlawan...(sayang ya, kita gak tau isi suratnya Ummi Embay Ibunda Imam Samudra yang ditujukan ke Presiden..)

Akhirnya, saya seperti yang sudah-sudah..senang memandang dunia ini dengan cara terbalik. Sambil geleng-gelang kepala, hebat nian Amrozi cs ini, bukan orang terkaya di dunia tapi menjadi orang yang meninggalnya menghabiskan dana termahal di dunia yaitu Rp. 22 milyar.....Sodakoh amal jariahnya uncle Sam.

Wallahualam bishowab,

Ritapunto, November 2008

taken from :
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=11640

=============================================================

pertanyaan yg msti d ajukan k dalam diri kita saat ini adalah , BENARKAH AMROZI CS YG BERSALAH ? PATUTKAH MEREKA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGEBOMAN DI BALI ? SIAPAKAH YG SESUNGGUHNYA TERORIS ? semoga dg kematian Amrozi CS maka mata hati qt akan terbuka kembali .

9 comments:

  1. orangapatiang said...:

    taklink ke blogku yo, shev

  1. Saya pikir, ada sebagian tulisan tersebut yg tidak adil. Bagian mana? Kita tidak bisa menyamakan istilah golongan islam radikal dengan teroris, atau bahkan mujahidin ex afghanistan dg teroris.

    Sebutan teroris dikeluarkan oleh musuh-musuh mereka, Amerika dkk. Dan sebutan radikal diarahkan pada umat Islam yg secara terang-terangan berani melawan mereka.

    Sederhananya, kalau kita lihat film2 macam Jaka Sembung dkk, kita bakal sering dengar bahwa pelakon KOmpeni menyebut sang Pahlawan dengan istilah "extrimis". Ekstrimis = garis keras = radikal.

    Mengapa mereka disebut radikal? Karena tidak nurut. Itu alasan utamanya.

    ~CMIIW

  1. ahmad sheva said...:

    @ orangapatiang : silahkan mas . ini jg saya ambil kq .
    :)

    @ mas agung : waduh , saya tidak menyebutkan amrozi dkk itu teroris mas . justru saya ingin membuktikan bahwa mereka itu tidak bersalah . hanya d manfaatkan . jika mereka benar-benar bersalah , lalu mengapa dapat sumbangan 22 M dari amerika ? bahkan pada hari peringatan bom bali imam samudera dkk d undang k amerika jg .

    dan jika para tiga mujahid itu bersalah , lalu mengapa banyak org bersimpati kpd ketiganya ?

  1. widya said...:

    Hmm...saya dengar dari seorang teman yang diberitahu guru lesnya. Katanya" bau jenazah amrozi cs wangi dan diiringi burung merpati."entah saya itu benar atau tidak karena saya tidak di tempat kejadian. Kalo itu benar kebenaran sudah mulai terbaca...wallahualam...Hanya Allah yang tahu segala kebenaran

  1. Ahmad Sheva said...:

    mungkin bs kyk gtu mungkin bs tidak . tp kata abi saya [beliau ikut pemakaman amrozi dkk] itu yg datang jumlahnya banyak . ratusan . maka , , patut d tinjau ulang tu tingkat kesalahan amrozi .

  1. kiki ali said...:

    seperti para bomber syahid di palestin juga, mereka kan dites dulu buat bisa jadi pelaku bom syahid. bukan sembarang orang. beberapa syaratnya kan yang kayak hapal alqur`an, tidak pernah meniggalkan solat subuh berjemaah 8berapa bulan ki2 lupa*, juga yang tampangnya mirip2 yahudi, menguasai banyak bahasa, jadi dia tidak akan dicurigai untuk bisa mengikuti acara-acara pembesar yahudi.
    kalo orang bodoh mana bisa nyampe nyusup kesitu.

  1. Ahmad Sheva said...:

    @ kiki ali : berarti menurut anda Amrozi Cs stingkat dg bomber syahid d palestina ?

  1. kiki ali said...:

    wah, ga tau ya mas. entahlah. terlalu banyak pro kontra. mungkin ki2 ikut ke yang berpendapat bahwa tindakannya "kurang tepat". kalau dilakukan di israel ki2 setuju deh. 100%.
    tapi ga tau juga ya...

  1. Ahmad Sheva said...:

    mas ? ? prasaan lebih tua mbak deh . ^^

    yah , , boleh kurang setuju ama orangnya tp jgn ampe g setuju ama tujuannya .

Post a Comment

It is my pleasure to get your best respond through your comment

Quotes of the Day

Recent Comments

Followers

Shev's bookshelf: read

OutliersKetika Cinta Bertasbih5 cmLaskar PelangiSang PemimpiEdensor

More of Shev's books »
Shev Save's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists