Ana sedang Futur

saya ini sedang futur ,
terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.

saya ini sedang futur ,
jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran .
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan sekarang satu lembar udeh lumayan .
tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan .

saya ini sedang futur ,
mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur .
ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur .
apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur .

saya ini sedang futur ,
lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit .
kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit , apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah

saya ini sedang futur ,
tak lagi pandai bersyukur , seneng disanjung dikritik murung

saya ini sedang futur ,
malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah
sedikit sekali muhasabah, sering kali meng ghibah

ya..saya memang sedang futur
mengapa saya futur......???
mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur??
kenapa batas-batas mulai mengendur??
kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur??
kenapa di antara kita sudah tidak jujur??
kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur??
kenapa di antara kita hanya pandai bertutur??

Ya Allah..berikan hambaMu ini pelipur
agar saya tidak semakin futur
apalagi sampai tersungkur...

ente tau ane lagi futur .
sedikit dzikir, banyakan tidur belajar ngawur, IP pun hancur
shohib- shohib kagak ada yang negur

ente tau ane lagi futur
hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur,
diri sendiri kagak pernah ngukur

ente taulah ane sekarang
seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang ,
mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang

ente tau ane bengal
bangun malem sering ditinggal , otak bebal banyak mengkhayal,
udeh lupa yang namanya ajal

ente tau ane begini
udah sok tau, seneng dipuji ngomong sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri

ente tau ane gegabah
petantang petenteng merasa gagah, diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah,
diri ini nggak beda sama sampah

ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang
ane pengen pulang kandang,
ke tempat ane dulu datang


nb: buat semua saudaraku....kunjungilah saudaramu tengoklah dia barang sebentar....
mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk
mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan..
raihlah dia..rengkuhlah dia . .
ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam
ajaklah dia bersama menuju cinta NYA menuju surgaNYa menuju ampunan NYA
janganlah sibuk dengan diri sendiri pedulilah dengan sekelilingmu
pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya
jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu

didapat dari :
Milis Daarut Taugiid : Mon, 7 Mar 2005
semoga Allah memberi kekuatan dan kesempatan untuk mencintai dan dicintaiNya.

I've Burnt My Ship

Dalam hidup, selalu terdapat pilihan-pilihan yg akan muncul ketika qt mengambil suatu keputusan. Namun sesekali qt diharuskan untuk menutup pilihan yg laen ktika qt sudah memutuskan untuk mengambil suatu pilihan [yg baek menurut qt]. Saya akan mengambil beberapa contoh kisah yg pernah terjadi.


Kisah 1: Thariq Bin Ziyad
Seperti yg telah qt ketahui, Thariq menaklukkan kota Andalusia di Spanyol yg mempunyai pasukan sebanyak 200.000 dengan hnya pasukan muslim yg berjumlah 12.000. Pada saat itu, kota Andalusia mempunyai pertahanan yg sangat kokoh dgn dikelilingi laut. Ketika Thariq dan pasukannya mendarat d kota tersebut, Thariq melakukan hal yg tdk biasa. Namun akan selalu dikenang dalam sejarah. Yaitu membakar kapal yg telah mengantarkan mereka k kota tersebut. Bersamaan dg itu, dia naik ke atas sebuah bukit dan memotivasi pasukan muslim. "Kapal yg telah membawa qt telah terbakar, yg ad hanya lautan dan tidak ada jalan bwt lari lagi, sekarang tinggal qt pilih, mati tenggelam atau mati syahid", begitu mungkin kata yg diucapkan beliau. Dan pada akhirnya pasukan muslim d bwh pimpinan Tharq Bin Ziyad berhasil menaklukkan kota Andalusia yg terkenal kokoh.


Kisah 2:perang Dunia II
Kisah ini terjadi pada saat PD II. Dimana pada suatu ketika ada seorang pemimpin pasukan setingkat Letnan sedang dalam perjalanan pulang ke markas besar bersama dg pasukannya yg keletihan. Dalam perjalanan, sang Letnan menerima perintah untuk menghancurkan markas musuh. Letnan pun kebingungan. Cz gmn isa menang klo pasukannya aj udah capek en kalah jumlah. Bwt nyerang aj udah hmpir g bs. Namun karena tidak ingin melanggar perintah atasan, maka Letnan ini un mengarahkan pasukannya melalui jalan yg berbeda dg yg biasa mrk tempuh ktika pulang k markas. Sesampai d sebuah bukit, Ltnan ini berkata, "Q dapat perintah bwt ancurin markas musuh yg ad d seberang bukit itu. Gmn menurut kalian?". Para pasukannya pun menjawab,"G bs gtu pak. Bwt ap nyerang klo udah pasti kalah. Qt lho udah kehabisan logistik. Mana capek smw pula". Letnan,"Ya udah. Gini aj. Qt undian pke koin. Klo yg keluar itu kepala maka qt langsung pulang k markas dan saya akan menanggung resiko tidak melaksanakan tugas. Tapi klo yg klwr itu burung maka kalian smw haruz konsekuen menyerang markas musuh itu. Gmn?". Para pasukannya pun setuju. Akhirnya sang Letnan mengeluarkan koin dan melempar. Ternyata yg klwr adalah burung. Maka pasukan Letnan tsb menyerang markas musuh itu dgn habis-habisan. Setelah beberapa hari, pertempuran itu dimenangkan oleh sang Letnan. Sesampai d markas besar Letnan itu ditanya,"Bgmn anda bs memenangkan pertempuran dg pasukan yg udah capek?". Dg tersenyum Letnan itu mengeluarkan sebuah koin yg bergambar burung d kedua mukanya.


dari kisah di atas, ternyata ada saat dmn pilihan yg qt punyai haruz qt tutup smw sehingga hanya tinggal menyisakan satu pilihan. Dan pilihan itulah yg haruz qt jalani dg sepenuh hati. Jika disertai dg positive thinking, maka pilihan yg udah qt pilih itu akan menjadi suatu kekuatan dalam diri qt dan akan memberikan keberhasilan. Sama seperti saat ini, ketika saya masih bingung antara jd kuliah d malaysia atw g [pdhl udah ktrima] seorang ustadz terdekat saya memberi saran bahwa klo km udah istikhoroh dan ternyata itu adalah jalan yg ditunjukkan oleh Allah, maka jalani aj. Tentu stiap pilihan akan ad konsekuensinya. Entah saya jd berangkat ksana dan hidup saya berhasil atw bs jg saya jd brgkt namun ternyata hidup saya gagal. Pun ktika saya memutuskan untuk tdk berangkat akan mengandung konsekuensi yg sama. Yaitu GaGAL atw BerHASIL. Pada saat inilah diperlukan untuk menutup pilihan yg laen. Akhirnya saya pun memutuskan, SAYA AKAN BERANGKAT KULIAH KE MALAYSIA DG SIAP MENANGGUNG RESIKONYA. Pada akhirnya ustadz saya itu berkata,"U've burnt ur ship, so the decision is in ur hand. Whether U will be die under water or U will move forward en win the battle". So pasti aq pilih maju ke depan. Scara q kan px cita" hrz q raih.

Labels:

Kontroversi Sputar Ahmadiyah

akhir-akhir ini marak dibicarakn tentang polemik seputar pembubaran Ahmadiyah. Suatu polemik yang patut disayangkan. Karena ad bnyak hal yang bisa qt pikirkan selaen membahas persoalan yang sudah jelas salahnya. Knp saya bs bilang bhwa AHmadiyah sudah jelas termasuk dalam katagori sesat dan wajib dibubarkan? Ada beberapa alasan yang akan saya kemukakan.

Pertama, dalam Al-Quran sudah jelas disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang menerima wahyu dari Allah.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Al-Ahzab:40

Dari ayat tersebut sudah jelas disebutkan tidak ad nabi setelah NAbi Muhammad. ADapun orang yang mengaku sebagai nabi sesudah beliau bisa dipastikan adalah seorang pendusta agama.

Kedua, Ahmadiyah bukanlah suatu agama sehingga tidak bisa dimasukkan dalam katagori kebebasan beragama. Apabila ad orang yang mengatakan bahwa negara Indonesia menjamin penduduknya untuk beragama, saya dukung itu. Bahkan AL-Quran pun telah menjamin kebebasan beragama bagi umat selain umat Islam.

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamakuAl-Kaafiruun : 6

Namun menjadi salah kaprah bila sempalan suatu agama dapat dianggap sebagai agama pula. Yang dinamakan suatu agama adalah apabila mereka mempunyai keyakinan dan dasar bagi agama mereka. Sebagai contoh umat Kristen dgn Injil, Islam dgn Al-Quran, dll. Adapun Ahmadiyah karena masih mengaku beragama Islam maka WAJIB mengikuti ketentua-ketentuan yang sudah diatur dalam Al-Quran. Bagaimana bisa seseorang mengaku beragama Islam jika tidak mengakui Nabi Muhammad sbg Rasul dan Nabi terakhir??

Ketiga, Ahmadiyah sudah melecehkan agama-agama selaen yang termasuk dalam golongan mereka. Dalam kitab suci golongan Ahmadiyah, Tadzkiroh, disebutkan bahwa orang diluar Ahmadiyah adalah babi, najis, dsb. Tentu ini sangat melecehkan tidak hanya umat ISlam namun juga umat non-muslim. Apakah ad agama yang mejelek"kan agama laen secara eksplisit?? Saya pikir tidak ada satupun agama yang mengajarkan hal seperti itu. Apalagi dalam kitab suci tersebut juga merendahkan Nabi Muhammad dg menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad [Laknatullah] sebagai penerus nabi. Klo ibu qt saja qt tidak rela jika diganti nama (hanya nama) apalagi ini adalah seorang rasul yang tingkatannya diatas orangtua qt. Maka adalah suatu hal yang mengherankan apabila ada pemuka agama [yang kebetulan beragama Islam] yang siap melindungi gerakan Ahmadiyah. Patut dipertanyakan sampai mana dia dapat memahami Islam. Apabila nabi bisa dengan mudah dia gadaikan, saya juga bertanya dalam hati, apakah dia jg akan melakukan hal yang sama jika ada seseorang yang mengaku sebagai suami dari istri dan ayah dari anaknya ya.


Pada akhirnya polemik ini hanya suatu hal yang saya rasa kurang urgent untuk dipertanyakan. Karena, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Ahmadiyah udah jelas salah dan wajib dibubarkan. Bener apa yang dikatakan salah seorang ketua ormas Islam di Indonesia bahwa besar kemungkinan kasus ini dimunculkan oleh suatu pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi maupun golongan. Wallahua'lam bishawwab

Puisi "Pemuda Malas"

Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati
‘bila kerendahhatianmu jadi alasan untuk mundur dari kompetisi
Jangan pernah ingin mengalah
bila hanya kamuflase untuk bersembunyi dari kelemahan jiwamu
Bumi ini gelora api yg berkobar dan debu yg berserak
mendekatlah pada api spirit
nyalakan hati yg lemah
penuhilah kalbumu dg kemarahan
marah karena malas
marah karena tak pernah dewasa
marah karena lemah hati
marah karena tidak marah

melihat kemajuan
sedang kita selalu dalam kemunduran
Menjauhlah dari debu yg berserak
karena debu tak pernah ciptakan sejarah
karena debu adalah sampah
yg selalu diinjak-injak waktu
Tawadhulah di saat kemenangan
karena saat itu
kau bagai sedang berdiri
di antara gunung dan ngarai
terus naik ke puncak berikutnya
atau meluncur ke ngarai yg terjal
Menangislah di saat kalah
karena air matamu akan jadi saksi
bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu
bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang
bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan
bahwa dirimu ingin sekali ‘bertobat’
bertobat untuk tidak lagi berkubang
dalam lumpur kemalasan
dalam genangan perilaku tiada guna
dalam lilitan kelemahan jiwa
Pemuda itu cahaya
dan api yg menyala
yg dapat menerangi kegelapan
asa dan harapan
Pemuda itu pelopor
pembawa obor masa depan
penggerak nurani tua yg gersang
Pemuda itu Enerjik
dinamis
gelisah
selalu bergeliat
tak sabar akan waktu yg lambat
marah pada kondisi stagnan
yg tak berubah
karena perubahan bukti harapan
karena kemajuan tanda kedinamisan
karena kediaman adalah kematian
walau jasad bergerak
walau jantung berdegup
tapi jiwamu mati
dan liang kuburmu
adalah dirimu sendiri
OMC, 1 Desember 2004




a massage from one of my friends

Antara Pilihan dan Keharusan

Ketika saya mengikuti suatu training yg diadakan sekolah saya dalam rangka perpisahan, ad satu hal yg sangat membekas d hati saya. Saat itu sang trainer bertanya, "WHICH ONE ARE YOU, I HAVE TO LEARN or I CHOOSE TO LEARN?" Dan teman" saya pun terbagi menjadi dua bagian yaitu antara I HAVE TO LEARN dgn I CHOOSE TO LEARN. Sebagian besar dari teman" saya masuk k kelompok I have to Learn.

Pada dasarnya, pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yg simple namun jawaban dari pertanyaan tersebut menggambarkan mindset dari org tersebut. Ketika org menjawab I HAVE TO (something) maka dalam pikiran org tersebut melakukan pekerjaan tersebut adalah suatu keharusan. Dan dia tidak memiliki pilihan yg laen selain melakukan pekerjaan tersebut (saya mengambil contoh belajar [learn]). Pada akhirnya org dg mindset I HAVE TO akan membebani pikirannya sendiri. Maka ketika dia tidak melakukan pekerjaan tersebut, dia akan merasa sangat terbebani.

Berbeda dengan I HAVE TO, I CHOOSE TO menggambarkan mindset seorang yg dewasa. Karena ketika dia memilih I CHOOSE TO, hal itu berarti ad bnyak pilihan" yg ad d luar dia. Namun dia tetap memilih pekerjaan yg ingin dia lakukan (belajar contohnya). Dia memilih pekerjaan tersebut bukan karena org tua menyuruh. Bukan pula karena keadaan memaksa dia untuk melakukan pekerjaan tersebut. Akan tetapi dia melakukan pekerjaan tersebut karena dia tahu ap yg dia lakukan beserta konsekuensinya.

Dari pertanyaan trainer tersebut, saya jd berpikir. Betapa banyak org" d skitar qt yg cenderung melakukan sesuatu karena keharusan. Entah keharusan yg d sebabkan oleh org tua, lingkungan, maupun hal yg laennya. Akibatnya qt bs lihat betapa bnyak org yg harus kuliah karena org tua. Harus Kerja karena punya keluarga. Atau hal" yg lainnya. Dampaknya pun bs terasa. Ketika kuliah dapet nilai jelek dan tidak dapat mengikuti mata kuliah yg diajarkan maka dia akan menyalahkan org tua yg telah membuat dia masuk k jurusan tsb. Pun ketika seseorang yg merasa harus kerja karena punya keluarga. Pada saat dia capek dan letih, dia akan menyalahkan keluarganya yg telah membuat dia bekerja. Tapi bukan berarti saya menganjurka untuk tidak bekerja, kuliah, dsb. Namun saya ingin menekankan bahwa apapun yg qt jalani saat ini adalah PILIHAN qt. Bukan paksaan dari org laen. Sehingga ketika qt menjalani pilihan tersebut dan mendapatkan konsekuensinya (baek ato buruk) qt harus siap. Tanpa menyalahkan linkungan, org laen, bahkan mungkin ALLAH. SO,,WHICH ONE DO YOU PREFER?? ^^

Bangsa Ini Musti Bangkit dari Mana?

Hari ini, 20 mei 2008,adalah satu abad Kebangkitan Nasional. Pada 20 mei 1908, Boedi Oetomo lahir. Organisasi tersebut merupakan perkumpulan pemuda ygsaat itu membayangkan masa depan kaum bumi putera yang mandiri. Bebas dari penjajahan

Kebangkitan Nasional menjadi tonggak sejarah. Setiap saat sejarah tersebut dibuka kembali. Dipelajari. Dipahami. Setelah itu, ia dijadikan inspirasi dan semangat pada setiap babak berikutnya perjalanan bangsa ini untuk mewujudkan cita-cita hidup berbangsa yg lebih bermartabat. Terminologi bermartabat memang sarat muatan aspirasi. Bahkan sarat interpretasi. Tetapi maknanya kurang lebih serupa. Menginginkan bangsa Indonesia yg eksis. Mandiri. Berkembang. Dan dalam perkembangan itu, sejajar dengan martabat bangsa" lain, baik bangsa yg telah lebih dahulu maju maupun bangsa yg sedang menggapai kemajuan. Kapankah itu?

Persoalan itu justru disini. Bangsa ini dipahami sulit bangkit. Susah berkembang. Sulit berdiri sejajar dengan martabat bangsa-bangsa lain. Banyak pula interpretasi mengenai kesulitan bangkit. Satu diantara interpretasi itu ialah tidak memiliki harga diri. Banyak negara yg mungkin kemajuan ekonominya belum setinggi langit. Banyak pula yg penguasaan ilmu dan teknologi belum maju. Toh, mereka punya martabat.

Lantas, apa sesungguhnya esensi martabat yg dibayangkan, diharapkan, dan diinginkan menjadi entitas perjalanan perjalanan bangsa ini? Kemandirian dan peradaban nasionalisme. Kehormatan sebagai bangsa untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa dan negara maan pun.

Kritik barangkali akan jarang terlontar andaikata pengelola negara mampu mengeksiskan bangsa -melalui pemerintahan yg dijalankan- sehingga mampu menahan serbuan kepentingan-kepentingan ekonomi, budaya, dan politik kekuatan global. Siapa saja kekuatan global itu? Bisa negara besar, kecil, atau negara tetangga. Bisa pula kekuatan korporasi besar mancanegara. Bisa pula kekuatan budaya besar yg hegemonik.

Kenyatannya, bangsa ni -melalui pemerintah sebagai pengelola negara- dalam banyak hal terdesak dan terus terdesak pada posisi yg tereksploitasi. Dalam posisi seperti itu, yg tampak dan terasakan ialah "pemerasan" sumber daya nasional yg mengakibatkan qt tidak berdaya. pada arah seperti itu pula qt merasakan tak lagi px martabat.

Peringatan stu abad Kebangkitan Nasional hari ini, 20 mei 2008, memunculkan otokritik terhadap marginalisasi ekonomi, budaya, politik, bahkan peradaban bangsa Indonesia. Intinya ialah bagaimana dan darimana bangsa ini mesti bangkit bukan sekadar untuk lebih berkemajuan, melainkan juga dapat memiliki kehormatan dan harga diri.

Pada akhirnya, klo misalnya qt blm bisa menjadi bangsa kaya raya yg bermartabat, apakah tdk bisa jg bangsa ini -kalaulah tetap miskin- tetap px martabat? ayolah bangkit bangsaQ..!!!



Jawa pos, 20 Mei 2008

BBM,,musti naek kah?

Akhir-akhir ini timbul wacana yang sedang hangat d perdebatkan d masyarakat. Yaitu pentingnya kenaekan BBM. Hal ini d picu oleh pernyataan presiden dan wapres bahwa BBM akan naek skitar awal juni. Alasan dari pemerintah adalah bahwa harga minyak yg trus naek (hingga menembus $100 per barel) dapat mengakibatkan APBN jebol. Cz APBN yg sudah d revisi hanya d peruntukkan untuk harga minyak max $90 per barel.

Namun sejalan dengan itu,,,banyak pengamat yg mengemukakan bahwa pada dasarnya APBN qt msh surplus skitar 70 trilyun rupiah (fantastis bkn?). Tentu para pengamat tersebut tidak asal bicara dalam membeberkan fakta tersebut. Mereka mendapatkan hasil tersebut setelah menghitung dgn cermat harga minyak skrg dengan produksi minyak indonesia serta kebutuhan yg diperuntukkan bagi rakyat. Dan pada akhir penghitungan mereka mendapatkan hasil tersebut. Surplus 70 trilyun rupiah. Sekali lagi ni bukan nominal yg kecil. Cz jgnkn pegang duit 1 trilyun. 1 milyar aj aq blon pernah. :-)


Pemerintah sbg pihak eksekutif tentu lebih mengetahui ttg penghitungan" ini. Nah,,klo pada akhirnya pemerintah tetap menaekkan harga BBM itu merupakan suatu hal yg patut d pertanyakan. Atas dasar apakah BBM d naekkan??

Ketika pemerintah mengambil alasan bahwa BBM d naekkan agar subsidi yg ada lebih bs d arahkan kpd pihak yg membutuhkan (baca: org miskin),,,maka seharusnya pemerintah jg berpikir bahwa ketika menaekkan BBM dan menggantinya dgn BLT itu tidak akan berdampak secara signifikan terhadap pengurangan jumlah orang miskin d Indonesia. Hal ini d karenakan BBM yg naek tidak akan dapat d beli oleh warga menengah k bwh. Padahal seperti yg telah qt lihat jumlah kendaraan bermotor d Indonesia selalu bertambah dari tahun k tahun. Bahkan tidak sedikit warga miskin yg menopangkan hidupnya pada kendaraan milik mereka. Atas dasar itu pula aq jd bertanya",,,APAKAH BBM MUTLAK PERLU D NAEKKAN??

Quotes of the Day

Recent Comments

Followers

Shev's bookshelf: read

OutliersKetika Cinta Bertasbih5 cmLaskar PelangiSang PemimpiEdensor

More of Shev's books »
Shev Save's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists